Banyak yang terkejut ketika tiba-tiba pengusaha sukses Donald Trump menyatakan akan mencalonkan diri menjadi Presiden AS pada pemilihan tahun 2012. Trump akan mencoba meniti jalan jadi calon Presiden AS dari Partai Republik. Jika ia lolos mewakili partainya, kelak akan berhadapan dengan Barack Obama yang sepertinya akan kembali mencalonkan diri untuk periode kedua.
Seperti apa peluang Trump? Mungkin masih terlalu jauh untuk menelusurinya sekarang. Akan tetapi Trump punya modal popularitasnya yang tak diragukan. Meski pengusaha, Trump boleh dibilang populer di segala lapisan masyarakat AS. Bahkan ia terkenal juga di dunia. Program televisinya "The Apprentice" sangat mendunia. Dia juga penulis buku ulung. Dalam buku "Think Like A Champions" (Berpikir Layaknya Seorang Juara), Trump menumpahkan tips-tips praktisnya agar seseorang mencapai kesuksesan. Lima poin di antaranya yang menarik adalah sebagai berikut:
1. Inovasi
Menurut Trump, untuk menjadi sukses kita harus sadar akan berbagai hal yang kadang aneh, karena hal itu bisa menjadi langkah besar menuju inovasi. Di matanya, berinovasi tak berarti mencipta sesuatu yang benar-benar baru secara utuh.
"Kita tidak benar-benar mencipta, tapi kita merangkai apa yang sudah diciptakan untuk kita. Jadilah perangkai yang hebat -tidak masalah di mana minat Anda-maka Anda sedang menempuh jalan menuju daya invensi," tuturnya.
2. Berpikir Cepat
Berpikir cepat itu penting, katanya. Dan untuk bisa melakukannya perlu ada persiapan. Persiapannya bukan dimulai dari hari esok tapi dimulai dari hari ini.
"Jangan tunggu keadaan urgent untuk menguji kemampuan berpikir cepat, tetaplah waspada setiap saat. Orang sering berkomentar tentang betapa cepat saya bekerja, yang adalah benar. Tapi alasan saya bisa bergerak cepat adalah karena saya telah melakukan pekerjaan latar belakang terlebih dahulu yang sering tidak dilihat seorang pun," tuturnya.
3. Totalitas
Kita sering kali tak peduli pada apa yang terjadi di lingkungan kita selama itu tak mempengaruhi kita. Ibaratnya, kita memesan pizza lalu pizza datang dengan satu potongan hilang. Kita tak pernah mencari tahu kenapa satu potongan pizza hilang.
"Padahal, untuk menjadi pemenang dalam segala kesempatan kita harus berpikir secara total. Berusaha keraslah demi totalitas dan tetap membuat rasa ingin tahu Anda utuh, dan Anda akan melihat diri Anda siap untuk menang di semua kompetisi," ujarnya.
4. Berpikir Seperti Juara
Trump menggambarkan para juara seperti ini. Para juara berpikir besar. Para juara bekerja amat keras. Para juara itu fokus. Para juara berdisiplin. Para juara adalah seseorang yang bangkit ketika ia tak mampu. "Salah satu hal yang mereka semua sama-sama punya adalah pola pikir yang sama: Mereka ingin menang, mereka ingin menjadi yang terbaik," paparnya.
5. Beri Potensi Anda Peluang
Menurut Trump, ketika seorang achiever (orang yang selalu ingin menang) berprestasi, itu bukan fase untuk tenang, itu baru awal. Para achiever bergerak maju setiap kali - mereka mengantisipasi urusan berikutnya dan punya sasaran langsung yang telah disusun. "Para achiever mencari tantangan, sehingga urusan berikutnya adalah apa yang mereka pikirkan. Mereka punya kewajiban pada diri mereka sendiri untuk membuat diri mereka terbaik," ujarnya.
Itulah 5 tips dari Donald Trump yang disarikan dari buku Think LikeA Champions. Seperti yang ia katakan, mari berpikir seperti seorang juara mulai saat ini!!
1. Hujan lebat mengingatkan kita pd tantangan dlm hidup ini. Jgn pernah minta hujan rintik2, tapi berdoalah minta payung yang lebih besar dan kokoh. Itulah Sikap Hidup.
2. Saat banjir datang, ikan makan semut2 dan ketika banjir surut semut2 makan ikan. Hanya soal waktu. Bertahanlah, Tuhan beri kesempatan kpd setiap orang.
3. Hidup bukanlah tentang bgmn menemukan org yg tepat, tapi bgmn menciptakan hubungan yg tepat. Bukan pula bgmn kt peduli pada awalnya tp sbrp besar kita peduli sampai pada akhirnya!
4.Ada orang2 yg selalu melempar kan batu pada perjalanan kita. Terserah kita akan jadikan apa batu2 itu. Tembok atau Jembatan? Ingat, kita adalah arsitek dari kehidupan kita!
5.Setiap masalah mempunyai solusi (n+1), di mana n adalah jumlah solusi yg sdh kita coba, dan 1 adalah yg belum kita coba. Itulah hidup.
Mereka selalu melihat bahwa menjual tidak hanya sekedar menjual produk / jasa yang mereka jual, Namun mereka menjual solusi. Mereka mereka ini akan selalu menyesuaikan tawarannya untuk memberi solusi atas masalah yang dihadapi pelanggan
Mereka selalu mempunyai info terbaru tentang produk dan perusahaan, nya, tentang karakter bisnis pelanggan dan sangat mengetahui apa yang dilakukan pesaing
Dia dijuluki sebagai The Magic Man of Bank Marketing. Chairman Group Lippo ini dikenal sebagai seorang praktisi perbankan yang handal. Bahkan patut digelari seorang filsuf bisnis jasa keuangan yang kaya ide dan solusi mengatasi masalah. Seorang konglomerat yang visioner dan sarat dengan filosofi bisnis. Dia pantas menjadi panutan bagi para pengusaha dan pelaku pasar serta siapa saja yang ingin belajar dari pengalaman orang lain
Mochtar Riady sudah bercita-cita menjadi seorang bankir di usia 10 tahun. Ketika itu, anak dari pedagang batik, ini setiap hari berangkat sekolah selalu melewati gedung megah kantor Nederlandsche Handels Bank (NHB) dan melihat para pegawai bank itu berpakaian rapih serta selalu sibuk. Sejak itu, dia berharap saat dewasa akan menjadi seorang bankir.
Belum cita-citanya terwujud, pada tahun 1947, saat remaja, ketika berusia 18 tahun, Mochtar ikut berjuang melawan Belanda di Jawa Timur.
Ia ditangkap, dan dipenjara di Lowokwaru, Malang. oleh pemerintah Belanda di buang ke Nanking, Cina. Lalu, di sana ia menggunakan kesempatan kuliah filosofi di University of Nanking. Tapi akibat perang, Riady terpaksa pergi ke Hongkong hingga tahun1950 dan kemudian kembali ke Indonesia.
Sekembali ke Indonesia, Riady masih sangat ingin mewujudkan cita-citanya menjadi seorang bankir. Tapi ayahnya tidak mendukung. Karena menurut ayahnya, profesi bankir hanya untuk orang kaya, sedangkan kondisi keluarga mereka saat itu sangat miskin.
Pada tahun 1951, ia menikahi gadis pilihannya asal jember. Kemudian, mertuanya memberinya tanggungjawab untuk mengurus sebuah toko kecil. Hanya dalam tempo tiga tahun, dia berhasil memajukan toko tersebut menjadi yang terbesar di kota Jember. Namun, keinginan menjadi seorang banker membuatnya kurang betah mengurusi toko itu.
Pada tahun 1954, dia pun memutuskan pergi ke Jakarta walaupun ditentang oleh keluarganya. Dia berprinsip bahwa jika sebuah pohon ditanam di dalam pot atau di dalam rumah tidak akan pernah tinggi, namun akan terjadi sebaliknya bila ditanam di sebuah lahan yang luas. Dia merasa yakin akan dapat mewujudkan cita-cita menjadi bankir di kota metropolitan, kendati saat itu tidak memiliki seorang kenalan pun di Jakarta.
Mula-mula, dia bekerja di sebuah perusahaan komanditer di Jalan Hayam Wuruk selama enam bulan. Kesempatan itu dia gunakan untuk mulai membuka relasi. Kemudian ia bekerja pada seorang importer. Relasi pun mulai semakin banyak. Pada saat bersamaan, ia pun bekerjasama dengan temannya untuk berbisnis kapal kecil.
Dia belum juga bisa mewujudkan cita-citanya menjadi seorang bankir. Saat itu, kepada para sahabat, ia selalu mengutarakan cita-citanya itu. Lalu suatu saat, salah seorang temannya mengabari bahwa ada sebuah bank, Bank Kemakmuran, yang lagi terkena masalah. Riady tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Walau belum punya pengalaman sedikit pun, dia berhasil meyakinkan Andi Gappa, pemilik bank yang bermasalah itu, sehingga ia pun ditunjuk menjadi direktur.
Bayangkan, seorang yang belum berpengalaman sehari pun di bank atau sebagai akuntan, langsung diangkat menjadi direktur. Pada hari pertama sebagai direktur, Riady sangat pusing melihat balance sheet. Dia tidak bisa membaca dan memahaminya. Tapi, dia pura-pura mengerti di depan pegawai akunting. Lalu, sepanjang malam dia belajar untuk memahami balance sheet tersebut, namun sia sia. Kemudian, dia minta tolong kepada temannya yang bekerja di Standar Chartered Bank untuk mengajarinya. Tetapi dia masih belum mengerti.
Begitu galau hati dan pikirannya. Bagaimana pun kepura-puraan itu, cepat atau lambat, akan ketahuan juga. Akhirnya, dia berterus terang kepada para pegawainya dan Andi Gappa, si pemilik bank. Tentu saja mereka sangat terkejut mendengar pengakuan itu. Riady pun meminta diberi kesempatan mulai bekerja dari dasar. Andi Gappa menyetujuinya. Riady bekerja mulai dari bagian kliring, cash dan checking account.
Dia menggunakan kesempatan itu bekerja sambil belajar dengan baik. Hanya dalam satu bulan, ia pun mengerti tentang proses pembukuan. Dia pun membayar seorang guru privat, yang mengajarinya akuntansi.
Setelah itu, dia pun menunjukkan kelebihan sebagai seorang bankir. Hanya dalam setahun, Bank Kemakmuran mengalami banyak perbaikan dan tumbuh pesat. Setelah bank itu tumbuh dengan sehat, pada tahun 1964, Riady pindah ke Bank Buana, di sini dia juga mengukir berbagai kaeberhasilan. Ketika itu (1966), dia berhasil menyelamatkan Bank Buana dari kesulitan. Saat itu Indonesia sedang mengalami masa krisis akibat perubahan ekonomi secara makro.
Dia mengambil langkah jitu untuk menyelamatkan Bank Buana dari akrisis itu. Dia menurunkan suku bunga dari 20 % menjadi 12 %. Padahal pada waktu itu semua bank beramai-ramai menaikkan suku bunganya. Karena suku bunga yang rendah tersebut, maka para nasabah yang memiliki kredit yang belum lunas segera membayar kewajibannya. Di sisi lain, banyak usahawan (debitur) yang ingin meminjam kendati diberi syarat ketat terutama dalam hal jaminan. Dengan cara itu, Bank Buana menjadi sehat. Sementara, saat itu ada beberapa bank yang bangkrut.
Nama Mochtar Riady pun mencuat, sebagai bankir bertangan dingin. Kemudian tahun 1971, dia pindah lagi ke Bank Panin yang merupakan gabungan dari Bank Kemakmuran, Bank Industri Jaya dan Bank Industri Dagang Indonesia. Lalu tahun 1975, ia meninggalkan Bank Panin dan bergabung dengan BCA, bank yang didirikan oleh keluarga Liem Sioe Liong. Di BCA, dia mendapatkan saham sebesar 17,5 persen dan menjadi seorang penentu kebijakan. Ketika Mochtar bergabung aset BCA hanya Rp 12,8 miliar. Saat dia keluar dari BCA pada akhir 1990 aset bank tersebut sudah di atas Rp 5 triliun.
Pada setiap bank, sentuhan tangan Riady hampir selalu berbuah sukses. Dia mengaku memiliki filosofi tersendiri yang disebut sebagai Lie Yi Lian Dje. Lie berarti ramah, Yi memiliki karakter yang baik, Lian kejujuran dan Dje memiliki rasa malu. Selain itu, visi dan pandangannya yang jauh ke depan ketangkasannya membaca situasi pasar dan dengan segera pula menyikapinya, telah membuat namanya semakin disegani kalangan perbankan.
Sementara, untuk memperdalam dan mempertajam pengalamannya, dia pun menyempatkan diri kuliah malam di Universitas Indonesia (UI). Di situ pula dia berkenalan dengan beberapa pakar ekonomi seperti Emil Salim, Ali Wardhana dan lain-lain.
“Kebahagiaan itu lebih berharga daripada uang. Siapa pun yang berpikir bahwa uang akan membuat bahagia, Ia tidak akan pernah mendapatkan kebahagiaan.”
-David Geffen-
David Lawrence Geffen lahir 21 Februari 1943 di Brooklyn, New York. Ia adalah seorang pengusaha di industri hiburan. David bukan anak yang berasal dari keluarga yang mapan. Orang tuanya Abraham dan Batya Geffen merupakan keturunan Yahudi imigran dari Ukraina. Ibunya menganggap David sebagai “anak ajaib” dan memanggilnya “Raja David” sampai usianya menginjak remaja. Saat berumur 18 tahun, David kuliah di Universitas Texas di Austin. Namun, pada saat yang bersamaan, ia harus kehilangan ayahnya. Kepergian sang ayah menjadi guncangan hebat bagi David. Untuk menghilangkan kesedihanya, Ia vberusaha untuk mencari hiburan. Akhirnya, ia menemukan “kesenangan” pada dunia film dan musik. Ternyata dunia tersebut sangat menghibur David. Kemudian, David memutuskan untuk keluar dari kuliahnya agar bisa lebih fokus untuk mempelajari industri hiburan. Ia sadar dunia film dan musik telah mengikat hatinya. Ia berfikir, sekolah hanya menghabiskan waktu.
Karir David Geffen di bisnis pertunjukan dimulai ketika berhenti kuliah. David bekerja sebagai penerima tamu di studio CBS-TV. Namun, tidak lama bekerja di tempat tersebut, David keluar dan melamar kerja di sebuah agensi bakat yang terbilang besar di daerahnya. Tak lama, David pindah dari pekerjaanya dan bekerja di bagian surat-menyurat milik agensi William Morris. David sosok pekerja keras, ia bahkan menghabiskan waktu liburanya untuk tetap bekerja di agensi tersebut.
Pada tahun1967 David memperoleh penghargaan dari komunitas agensi di New York sebagai pendatang berbakat di agensi Morris. Akhirnya, David pun mendapatan tawaran untuk bekerja pada agensi Ashley Famous dengan imbalan ribuan dolar per minggunya sebagai menejer artis. Beberapa klien yang ditangani David adalah Laura Nyro dan Joni Mitchell (artis yang cukup terkenal pada era 60-an). Pada tahun 1969, David membuat gebrakan di dunia hiburan dengan membuat debut konser terbesar di Woodstock. David mengolaborasikan 4 artis besar sekaligus di dalam konser tersebut. Kesuksesan konser tersbut membuat pamor David kian gemilang. Untuk memperluas karirnya sebagai seorang menejer artis, David pindah dan menetap di Los Angeles. David mempunyai beberapa koneksi eksekutif rekaman yang sudah berpengalaman dan mempunyai label rekaman yang cukup terkenal, salah satunya adalah Clice Davis dari Columbia Records. Seorang sahabat David, yaitu Ahmet Ertegun pemilik Atlentic Records menyarankan David untuk mendirikan label rekaman sendiri. David pun setuju, bahkan Ahmet memberikan pinjaman modal kepada David untuk menjalankan label rekaman sebdiri. Pada tahun1971 David mendirikan Asylum Records. David menjalankan label rekamanya dengan serius. David sangat konsisten “menjaga” artis yang bekerjasama denganya. Di bawah naungan Asylum records, ia menjalin hubungan baik dengan para artisnya. Ia juga sangan menjaga privasi para artisnya. Artis-artis yang bekerja sama dengan David, antara lain Jackson Browne, Bob Dylan, Linda Ronstadt, dan joni mitcell. Tidak sampai satu tahun, Asylum records berkembang pesat. Akhirnya David menjual kepemilikan Asylum kepada Warner seharga US$ 7 juta, dengan perjanjian US$ 2 juta dibayar tunai dan US$ 5 juta dibayar dalam bentuk saham di Warner Communicatins. Perjanjian ini membuat davin menjadi salah satu pemegang saham terbesar di perusahaan Warner. Perubahan bisnis ini membuat David pindah ke jalur industri perfilman bersama Waner. Walaupun sudah pindah jalur bisnis, David tidak begitu saja meninggalkan dunia hiburanya. Tahun 1973 David membuka kelab malam ROXY di Los Angeles. Pada tahun1975 David menjabatsebagai wakil eksekutif Ted Ashley, yaitu CEO Warner Brother Pictures. Tidak beberapa lama, terjadi masalah perusahaan tersebut yang membuat David harus dipecat. Namun, David masih mempunyai sisa kontrak kerja selama tiga tahun sehingga masih diberikan “posisi gadungan” sebagai asisten eksekutif yang berpusat di New York. Masih pada tahun yang sama, David kembali mendapatkan musibah. Ia didiagnosa terkena kanker kandung kemih. Diagnosa ini membuatnya absen dari bisnis musik dan film selama lebih dari empat tahun.
Selama sembuh dari sakitnya, pada tahun1990-an David mencoba untuk membangun kembali bisnisnya, yaitu perusahaan rekaman. Ia mendirikan Geffen records sebagai cabang dari label Warner. Artis yang menandatangani label baru ini adalah Donna Summer. Kontrak berikutnya yang ditangani David adalah album fantasi yang dibawakan oleh Jhon Lennon dan Yoko Ono. Album tersebut merupakan album pertama bagi Jhon Lennon. Dua hari setelah dirilis, album tersebut masuk ke dalam jajaran tangga lagu terfavorit. Album tersebut terjual jutaan copy, tetapi tidak menjadikanya sebagai penerima penghargaan album terlaris dipublikasikan namun terjadi kematian Lennon yang cukup tragis. Elton Jhon menjadi artis ketiga yang menandatangani kontrak dengan David. Zaman keemasan penjualan album Elton Jhon terjadi pada awal tahun 1980-an.
Pada tahun 1981, David Geffen keluar lagi dari jalur musik. Ia mencoba menjadi produser film. Film-film yang pernah diproduseri oleh David antara lain Cats dan Dreamgirls, Personal Best, Risky Business, dan Little Shop of Horrors.
Tiga “pemimpin” Steve Spielberg, Jeffrey Ketzenberg, dan David Geffen bergabung membentuk suatu usaha, hasilnya adalah Dream Works, yaitu sebuah perusahaan perfilman animasi yang luar biasa. Sebenarnya Dream Works didirikan oleh Steve Spilberg dan Jeffrey Ketzenberg. Tidak lama David Geffen ikut bergabung dengan Dream Works pada tahun 2001, Dream Works berhasil melewati pendapatan pixar dan Walt Disney Co. Setelah mengalami kegagalan di industri video game dan musik. Tiga sejoli pipimnan Dream Works mencoba bangkit dengan meluncurkan film Animasi “Shrek”. Ternyata film ini laku keras di pasaran. Untuk mengulang sukses “Shrek”, tahun 2004 Dream Works meluncurkan “Shrek 2” yang ternyata lebih sukses lagi, bahkan keuntungan yang berhasil dibukukan mencapai US$ 920 juta. Pendapatan terserbut bahkan melampaui keuntungan film “Finding Nemo” yang diproduksi oleh pesaing mereka Walt Disney. Tahun 2007 Dream Works meluncurkan dua buah film, yaitu “The Third” dan “Transformes”. Apabila ditotal keduanya mencetak angaka US$ 1,4 Milyar. Angka tersebut merupakan angka yang fantastis bagi Dream Works.
Selain ingin mengulang sukses dari film-film yang telah diproduksi, perusahaan ini juga meluncurkan strategi “imitasi” sukses perusahaan lain. Imitasi yang dilakukan tentu saja bukan mencontek mentah-mentah (plagiat) ide dan strategi yang diterapkan perusahaan lain, melainkan melihat dan memperbaiki ide dan strateginya. Beberapa dari filmnya yang sukses yang berhasil mengantongi Academy Award, yaitu film “Saving Private Ryan”, “America Beauty”, dan “Shrek”. Saat ini David Geffen menjadi pemain utamadalam dunia yang disebut “Hollywood Baru”. Dia menjadi kaya dan berkuasa. Ini pencapaian yang luar biasa bagi seorang yang hanya mengantongi ijazah SMA.
Amancio Ortega diberi julukan ‘Raja Tekstil dari Spanyol’. Rasanya, julukan itu pantas disandang oleh Amancio Ortega. Bisnis tekstil yang dimulai dari sebuah ruang keluarga itu kini telah menjelma menjadi industri tekstil raksasa yang bernama Industria de Diseno Textil (Index). Amancio Ortega merupakan orang terkaya di Spanyol. Majalah Forbes memprediksi kekayaan Amancio Ortega sebesar US$ 28 miliar. Amancio Ortega juga memiliki rumah mode yang mendunia, yaitu Zara yang dipasarkan di lebih dari 65 negara.
Amancio Ortega dilahirkan pada tanggal 28 Maret 1936 di Leon, Spanyol. Amancio Ortega berasal dari keluarga yang kurang berada. Ayahnya seorang pegawai kereta api dan ibunya seorang pembantu rumah tangga. Pada saat usia 14 tahun, Amancio Ortega dan keluarganya pindah dari Leon ke Coruna dengan niat untuk memperbaiki nasib ‘buruk’ mereka. Namun, apa yang diharapkan tidak sejalan dengan usaha yang mereka lakukan. Amancio Ortega tidak bisa lagi melanjutkan sekolahnya akibat kemiskinan yang melilit keluarganya. Ia cukup menyadari keadaan ekonomi keluarganya. Kenyataan pahit harus diterimanya, ia dikeluarkan dari sekolah (setingkat SMA) sebelum waktunya karena tidak ada biaya.
Amancio Ortega sadar bahwa kemiskinan yang dihadapi keluarganya menjadi tanggung jawabnya, ia pun bertekad untuk membantu ekonomi keluarga. Kesulitan yang dialaminya adalah mencari pekerjaan dengan berbekal ijazah SMP. Hanya pekerjaan kasar yang bisa dilakukanya. Selepas sekolah, ia bekerja serabutan, mulai dari menjual koran sampai menjadi porter (tukang angkut) di pasar. Suatu keberuntungan datang padanya ketika melamar di pabrik tekstil Iberia di La Coruna. Ia diterima di pabrik tersebut. Baginya itu sebuah keajaiban karena hanya berbekal ijazah SMP. Inilah perkenalan pertama Ortega dengan dunia tekstil. Menginjak usia 19 tahun, Ortega memutuskan untuk pindah kerja, tetapi masih yang berhubungan dengan tekstil. Kali ini, Ortega bekerja di sebuah pabrik konveksi, yaitu sebagai jasa pengantar pesanan pakaian.
Berkat ketekunan dan kerja kerasnya, Ortega mulai dipercaya. Karirnya pun mulai naik, dari jasa pengantar pakaian menjadi penghias kain dan asisten penjahit. Sejak saat itu, minatnya terhadap dunia tekstilterus tumbuh dan berkembang. Bahkan, pada saat itu Ortega sudah mampu menganalisis penyebab tingginya biaya produksi sebuah pakaian. Pada awal tahun 1960-an, keberuntungan sudah berpihak pada Ortega. Setelah lebih dari satu dasawarsa berkecimpung di dunia tekstil, akhirnya Ortega dipercaya menjadi manajer di sebuah toko pakaian. Amancia Ortega pun mulai menyadari bahwa pakaian itu diperuntukan untuk kalangan atas. Dengan kata lain, hanya orang kaya saja yang mampu membeli pakaian dengan harga yang sangat mahal. Amancio Ortega menangkap sebuah peluang, “Mengapa tidak membuat produk yang sama, tetapi dengan harga yang murah?” Akhirnya, pada tahun 1963 Amancio Ortega keluar dari pekerjaanya dan mulai merintis Confecciones Goa, yaitu sebuah sebuah industri konveksi yang diperuntukan untuk kalangan menengah ke bawah.
Beberapa tahun kemudian, toko pertamanya mulai dibuka dengan nama ZARA. Toko inilah yang kemudian menjelma menjadi industri mode terkemuka. Sekarang Amancio Ortega tidak hanya memiliki zara yang pamornya telah mendunia, beberapa merek terkenal seperti Massimo Dutti, Oysho, Zara Home, Kiddy’s Class, Tempe, Stradivarius, Pull and Bear/Often, dan Bershka merupakan buah kerja kerasnya. Amancio Ortega mempekerjakan lebih dari 14.000 karyawan. Meski telah sukses, Amancio Ortega dikenal sebagai sosok yang sederhana, rendah hati, dan dermawan. Amancio Ortega kurang berminat jika diminta berpose di depan kamera. Praktis, hanya sedikit foto yang memajang dirinya di outlet-outlet ZARA dan hanya sebuah foto yang bisa ditemukan di website perusahaannya www.inditex.com. Dalam selera berpakaian, Amancio Ortega masih menolak memakai dasidan baju resmi. Ia lebih memilih mengenakan blue jeans sebagai pakaian sehari-hari.
Kesuksesan Amancio Ortega dicapai berkat usaha kerasnya. Ia sosok yang aktif dan tidak segan untuk terjun langsung dalam proses produksi. Disela-sela waktu senggangnya, Amancio Ortega mempunyai hobi membaca . ia juga menyempatkan untuk menulis sebuah buku . Buku De Cero a Zara (From Zero to Zara) merupakan wujud dedikasi dan proses hidupnya menggapai sukses, sekaligus mengenang masa-masa pahit yang pernah dialaminya.
Sang ayah dan ibu sangat murka ketika mengetahui anak perempuan mereka hamil. "Siapa si bedebah itu??," jerit sang ayah, sedang si ibu menangis. "Suruh dia datang kesini!" Si anak pun menelepon pria yang menghamilinya. Setengah jam kemudian sebuah mobil Ferrari merah berhenti di depan rumah.
Seorang lelaki separuh baya keluar dari mobil, memberi salam lalu masuk kerumah. Lelaki itu berhadapan dengan ibu dan ayah perempuan yang telah dihamilinya. Dia berkata, "Saya lelaki yang telah menghamili anak anda. Tapi terus terang saya katakan saya tidak dapat menikahi anak anda karena isteri saya tak mengizinkan. Namun bagaimanapun, saya akan bertanggung jawab.
Sekiranya anak anda melahirkan seorang bayi perempuan saya akan wasiatkan untuknya dua buah supermarket, sebuah hotel dan uang tunai 5 milyar rupiah. Sekiranya dia melahirkan anak lelaki saya akan wasiatkan untuknya dua buah kilang minyak, dua buah supermarket, dua buah hotel dan uang tunai 10 milyar rupiah.
Tapi sekiranya anak anda keguguran apakah yang harus saya lakukan?"
Sang ayah berfikir. Si ibu berhenti menangis. Akhirnya sambil menepuk bahu lelaki itu, sang ayah berkata,"Kalau keguguran, kamu coba lagi ya."

